Home »

 
 

SOP

 
 

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP)

 

I.      SOP RENCANA STUDI MAHASISWA

 

1.  TUJUAN

:

Menjamin bahwa proses Rencana Studi (RS) mahasiswa dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan melalui pe-ngendalian yang memadai untuk menyatakan mahasiswa layak mengambil mata kuliah dan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang diambil.
 

 
2.  RUANG LINGKUP

:

Dari pengumuman jadwal hingga mahasiswa meng-hubungi dosen pembimbing akademik (PA) bila namanya belum tercantum dalam daftar nama kelas (DNK).
 

 
3.  DEFINISI

:

  1. RS adalah perencanaan perkuliahan yang akan diikuti oleh mahasiswa pada semester baru yang pe-ngambilan mata kuliah tersebut didasarkan pada mata kuliah yang ditawarkan dan indek prestasi semester sebelumnya.
  2. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Universitas Lampung (Unila).
  3. Mata kuliah wajib adalah mata kuliah yang harus diambil mahasiswa dan tidak dapat diganti dengan mata kuliah lain.
  4. Validasi adalah proses persetujuan pembimbing akademik terhadap rencana studi mahasiswa setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam peraturan akademik.
  5. Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAAKPSI) adalah pembantu pimpinan Unila yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada rektor dan sehari-hari pembinaannya dilakukan oleh Pembantu Rektor I (yang menyangkut administrasi akademik), oleh Pembantu Rektor III (yang menyangkut administrasi kemahasiswaan), dan oleh Pembantu Rektor IV (yang menyangkut perencanaan, dan sistem informasi).
 

 
4.  REFERENSI

:

  1. Peraturan Akademik yang berlaku
  2. Buku Panduan Fakultas yang berlaku
  3. Kalender Akademik yang berlaku
  4. Jadwal Perkuliahan  yang berlaku
 

 
5.   DISTRIBUSI

:

Semua program studi, jurusan/bagian, fakultas, BAAKPSI, dan unit pembantu teknis pusat komputer.
 

 
6.  PROSEDUR

:

6.1.          Pada akhir semester yang sedang berjalan, fakultas mengumumkan jadwal perkuliahan semester yang akan datang.

6.2.          Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen PA tentang RS semester berikutnya sesuai dengan kalender akademik dan didasarkan pada indek prestasi kumulatif semester sebelumnya, kecuali untuk tahun pertama dalam bentuk paket.

6.3.          Dosen PA mengevaluasi hasil kuliah semester sebelumnya dan memberikan arahan tentang mata kuliah yang meliputi: kode, sks, status (wajib atau pilihan) dan prasyarat, serta jumlah kredit yang dapat diambil pada semester yang akan berlangsung pada pertemuan pembimbingan tersebut.

6.4.          Mahasiswa mengisi RS secara online sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Universitas.

6.5.          Mahasiswa melaporkan kepada dosen PA, bahwa ia telah selesai mengisikan RS untuk dapat divalidasi.

6.6.          Dosen PA memvalidasi RS dalam waktu 2 minggu dimulai sejak berakhirnya pengisian RS oleh mahasiswa.

6.7.          Setelah menempuh kuliah percobaan paling lama tiga minggu, mahasiswa dapat mengganti mata kuliah dengan melakukan perbaikan RS pada jadwal KPRS yang ditetapkan dalam kalender akademik unila.

6.8.          Mahasiswa berkonsultasi dengan dosen PA tentang perubahan RS dilanjutkan dengan dosen PA mencabut validasi RS mahasiswa tersebut untuk dapat diubah oleh mahasiswa.

6.9.          Mahasiswa mengganti RS secara online sesuai arahan dosen PA.

6.10.       Dosen PA memvalidasi perbaikan RS mahasiswa selambat-lambatnya 2 minggu setelah perbaikan dilakukan oleh mahasiswa. Setelah divalidasi nama mahasiswa tersebut tercantum dalam DNK.

6.11.       Dosen PA menyarankan kepada mahasiswa untuk mencetak rencana studi tersebut sebagai bukti kuliah semester berjalan pada satu minggu setelah perbaikan.

6.12.       Mahasiswa dapat menghubungi dosen PA bila namanya belum tercantum dalam DNK selambat-lambatnya 2 minggu setelah perbaikan RS.

————————————————————————

II.       SOP PENDAFTARAN ULANG ADMINISTRASI MAHASISWA BARU/LAMA

 

1.  TUJUAN

:

  1. Sebagai pedoman bagi mahasiswa dan pihak yang terlibat dalam pendaftaran ulang administrasi mahasiswa di Universitas Lampung (Unila).
  2. Untuk menjamin proses pendaftaran ulang administrasi mahasiswa sesuai dengan peraturan yang berlaku.
 

 
2.  RUANG LINGKUP

:

Semua kegiatan mulai dari pengambilan borang pendaftaran ulang administrasi sampai mendapatkan tanda bukti mendaftar ulang sebagai mahasiswa Unila.
 

 
3.  DEFINISI

:

  1. Mahasiswa baru adalah lulusan Perguruan Tinggi bergelar sarjana yang dinyatakan lulus seleksi akademik dan diterima sebagai calon mahasiswa Unila.
  2. Mahasiswa lama adalah warga negara Indonesia dan warga negara asing yang sudah terdaftar sebagai peserta didik dan belajar di Program Pascasarjana Unila pada semester regular sebelumnya.
  3. Pendaftaran ulang administrasi adalah proses untuk memperoleh status terdaftar sebagai mahasiswa Unila dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
 

 
4.  REFERENSI

:

  1. Statuta Unila yang berlaku.
  2. Panduan Umum Unila yang berlaku
 

 
5.   DISTRIBUSI

:

Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAAKPSI) serta semua fakultas dan jurusan/bagian di lingkungan Unila.
 

 
6.  PROSEDUR

:

A. Untuk Mahasiswa Baru

  1. Calon mahasiswa Unila yang telah diterima melalui jalur Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) harus datang sendiri untuk mendaftar dengan menunjukkan bukti kepada petugas pendaftaran di sekretariat Program Pascasarjana berupa nomor tanda peserta untuk yang diterima melalui jalur SPMB selambat-lambatnya 3 hari kerja setelah pengumuman.
  2. Calon mahasiswa membayar biaya daftar ulang ke bank yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan jadwal. Calon mahasiswa menerima tanda bukti lunas pembayaran dari bank.
  3. Calon mahasiswa baru menyerahkan bukti pembayaran dari bank  ke sekretariat Program Pascasarjana sesuai dengan jadwal.
  4. Setelah menerima tanda bukti pembayaran daftar ulang, calon mahasiswa baru menerima satu paket buku panduan dan jaket almamater.
  5. Calon mahasiswa diberi informasi mengenai pelaksanaan PSAPP

 

B. Untuk Mahasiswa Lama

Mahasiswa membayar biaya daftar ulang ke bank yang ditunjuk  dengan membawa bukti pembayaran semester sebelumnya sesuai dengan kalender akademik.

——————————————————————–

III.    SOP PENETAPAN CUTI AKADEMIK MAHASISWA

 

1.  TUJUAN

:

  1. Sebagai pedoman bagi unit kerja terkait dan mahasiswa yang akan melakukan cuti akademik.
  2. Menjamin bahwa proses cuti akademik berlangsung sesuai dengan peraturan yang berlaku.
 

 
2.  RUANG LINGKUP

:

Semua kegiatan mulai dari pengajuan sampai dengan penetapan cuti akademik dari univeritas.
 

 
3.  DEFINISI

:

  1. Cuti akademik adalah penundaan kegiatan akademik dalam batas waktu tertentu yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan alasan yang sah.
  2. Cuti akademik terdiri dari 2 jenis yaitu:

2.1       Cuti akademik tanpa penghitungan masa studi dan tanpa membayar Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP).

2.2       Cuti akademik dengan penghitungan masa studi dan dengan membayar SPP.

 

 
4.  REFERENSI

:

  1. Panduan Akademik Universitas Lampung (Unila) yang berlaku.
  2. Peraturan Akademik Unila yang berlaku.
 

 
5.   DISTRIBUSI

:

Semua jurusan/bagian dan fakultas di lingkungan Unila.
 

 
6.  PROSEDUR

:

6.1. Cuti akademik tanpa penghitungan masa studi dan tanpa membayar SPP

6.1.1  Mahasiswa mengajukan usulan cuti ke ketua program studi.

6.2.1  Mahasiswa mengambil borang cuti di Subbagian Pendidikan Fakultas yang waktunya sesuai dengan jadwal kalender akademik

6.1.2  Mahasiswa menyerahkan  borang yang telah diisi dan disetujui  dosen pembimbing akademik (PA) dan ketua jurusan/bagian dengan melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti pembayaran SPP semester sebelumnya yang asli ke dekan.

6.1.3.Dekan memeriksa kelengkapan administrasi persyaratan cuti. Apabila persyaratan tidak lengkap maka permohonan dikembalikan ke mahasiswa bersangkutan.Apabila persyaratan telah lengkap, dokumen permohonan tersebut diajukan ke rektor selambat-lambatnya pada batas akhir pengajuan cuti akademik.

6.1.4.Rektor mendisposisikan dokumen permohonan cuti ke PR I selambat lambatnya 1 hari setelah dokumen diterima.

6.1.5.PR I memeriksa dan menyetujui permohonan cuti selambat-lambatnya 2 hari setelah menerima surat. Apabila permohonan cuti tidak disetujui maka dokumen tersebut dikembalikan ke dekan. Apabila permohonan cuti disetujui maka PR I mendisposisikan dokumen tersebut ke Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAAKPSI) untuk diterbitkan surat izin cuti akademik.

6.1.6.BAAKPSI menerbitkan surat izin cuti akademik selambat-lambatnya 2 hari sebelum batas akhir pembayaran SPP pada  semester akan berjalan.

6.1.7.BAAKPSI mendistribusikan surat izin cuti ke fakultas selambat- lambatnya 1 hari sebelum batas akhir pembayaran SPP pada  semester akan berjalan.

 

6.2.Cuti akademik dengan penghitungan masa studi dan dengan membayar SPP

 

6.2.1 Mahasiswa mengajukan usulan cuti ke

ketua program studi.

6.2.2 Mahasiswa mengambil borang cuti di Subbagian Pendidikan Fakultas pada kurun waktu semester berjalan dan sebelum ujian akhir semester (UAS) berlangsung.

6.2.2  Mahasiswa menyerahkan borang yang telah diisi dan disetujui  dosen pembimbing akademik (PA) dan ketua jurusan/bagian dengan melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti pembayaran SPP semester berjalan yang asli ke dekan sebelum UAS berlangsung.

6.2.3  Dekan memeriksa kelengkapan administrasi persyaratan cuti. Apabila persyaratan tidak lengkap maka permohonan dikembalikan ke mahasiswa bersangkutan. Apabila persyaratan telah lengkap, dokumen permohonan tersebut diajukan ke rektor selambat-lambatnya pada 3 hari setelah pengajuan cuti diterima.

6.2.4  Rektor mendisposisikan dokumen permohonan cuti ke PR I selambat- lambatnya 1 hari setelah dokumen diterima.

6.2.5  PR I memeriksa dan menyetujui permohonan cuti selambat lambatnya 2 hari setelah menerima surat. Apabila permohonan cuti tidak disetujui maka dokumen tersebut dikembalikan ke dekan.Apabila permohonan cuti disetujui maka PR I mendisposisikan dokumen tersebut ke BAAKPSI untuk diterbitkan surat izin cuti akademik.

6.2.6  BAAKPSI menerbitkan surat izin cuti akademik dan mendistribusikannya ke fakultas selambat-lambatnya 2 hari setelah diterimanya disposisi.

——————————————————————–

IV.       SOP SEMINAR USUL PENELITIAN

 

1. TUJUAN                   : Untuk menjamin bahwa seminar usul penelitian sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. RUANG LINGKUP : Mulai dari pengusulan seminar usul penelitian oleh mahasiswa pelaksana penelitian sampai dengan penanda-tanganan berita acara seminar hasil oleh ketua jurusan/dekan.
3. DEFINISI : 1.  Usul penelitian adalah usulan rencana kegiatan penelitian yang ditulis dan disusun dengan format sesuai ketentuan penulisan ilmiah Univesitas Lampung.

2. Pelaksana penelitian adalah mahasiswa yang tergabung dalam program penerima hibah atau peneliti mandiri dan melaksanakan penelitian.

3. Seminar usul penelitian adalah penyampaian rencana pelaksanaan penelitian dalam forum mahasiswa tingkat program studi/jurusan/ fakultas/universitas untuk mendapatkan saran perbaikan usulan rencana penelitian tersebut sebelum penelitian disetujui untuk dilaksanakan.

4. Dosen pembimbing adalah dosen yang secara khusus ditunjuk oleh ketua program studi/ketua jurusan/dekan setelah berkoordinasi dengan peer group/bidang ilmu yang terkait untuk memantau, membimbing, dan mengarahkan pelaksanaan penelitian dan memberikan saran perbaikan. Jumlah pembimbing minimal dua orang.

5. Pembahas adalah dosen yang secara khusus ditunjuk oleh ketua program studi/ketua jurusan/dekan setelah berkoordinasi dengan peer group/bidang ilmu yang terkait untuk mengevaluasi rencana penelitian dan memberikan saran perbaikan. Jumlah pembahas minimal satu orang.

6. Peserta seminar yaitu mahasiswa-mahasiswa di tingkat program studi/jurusan/ fakultas/universitas. Sasaran penelitian dapat diundang untuk menghadiri seminar usul penelitian.

7. Tata tertib seminar adalah serangkaian aturan yang harus dilaksanakan dalam seminar usul penelitian. Seminar dipimpin oleh moderator. Usulan rencana penelitian disampaikan secara oral, dilanjutkan dengan tanya jawab/diskusi yang dimulai oleh pembahas dan diteruskan oleh peserta seminar. Waktu seminar maksimal 90 menit.

 

4. REFERENSI :
  1. Peraturan Akademik dan Kode Etik Universitas Lampung (Unila) yang berlaku.

2. Sistem Manajemen Mutu Penelitian (SMMP) LP Unila yang berlaku.

5. DISTRIBUSI : Program sudi/jurusan/ fakultas, dan unit-unit lain yang terkait di lingkungan Unila.

 

6.  PROSEDUR                :   

 

6.1  Mahasiswa pelaksana mengambil, mengisi, dan menyerahkan berkas usulan seminar usul penelitian di/ke bagian administrasi pogram studi/jurusan selambat-lambatnya tiga puluh hari kerja sebelum pelaksanaan penelitian.

6.2  Bagian administrasi program studi/jurusan menyerahkan berkas usulan seminar ke ketua program studi/ketua jurusan/dekan selambat-lambatnya satu hari kerja setelah menerima berkas dari mahasiswa pelaksana penelitian.

6.3  Ketua program studi/ketua jurusan/dekan menentukan waktu seminar dan dosen pembahas selambat-lambatnya dua hari kerja setelah menerima berkas usul seminar usul penelitian.

6.4  Ketua program studi/ketua jurusan/dekan mengundang dosen pembimbing tesis dan pembahas yang sesuai dengan bidang ilmu kegiatan penelitian, sasaran penelitian, dan atau pihak terkait untuk menghadiri seminar usul penelitian selambat-lambatnya lima hari kerja sebelum waktu pelaksanaan seminar usul penelitian.

6.5  Mahasiswa pelaksana penelitian memaparkan usulan rencana penelitian sesuai dengan tata tertib seminar yang berlaku.

6.6  Ketua program studi/ketua jurusan/dekan menandatangani berita acara seminar usul penelitian dengan melampirkan masukan dari pembahas dan peserta serta daftar hadir seminar hasil penelitian.

——————————————————————–

V.       SOP SEMINAR HASIL PENELITIAN


1. TUJUAN                   : Untuk menjamin bahwa seminar hasil penelitian sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. RUANG LINGKUP : Mulai dari pengusulan seminar hasil penelitian oleh mahasiswa pelaksana penelitian sampai dengan penanda-tanganan berita acara seminar hasil oleh ketua jurusan/dekan.
3. DEFINISI : 1.  Hasil penelitian adalah laporan hasil kegiatan penelitian yang ditulis dan disusun dengan format sesuai ketentuan penulisan ilmiah Univesitas Lampung.

2. Pelaksana penelitian adalah mahasiswa yang tergabung dalam program penerima hibah atau peneliti mandiri dan melaksanakan penelitian.

3. Seminar hasil penelitian adalah penyampaian hasil pe-laksanaan penelitian dalam forum mahasiswa tingkat program studi/jurusan/ fakultas/universitas untuk mendapatkan saran perbaikan hasil tersebut sebelum laporan penelitian disetujui sebagai tesis.

4. Pembahas adalah dosen yang secara khusus ditunjuk oleh ketua program studi/ketua jurusan/dekan setelah berkoordinasi dengan peer group/bidang ilmu yang terkait untuk mengevaluasi hasil penelitian dan memberikan saran perbaikan. Jumlah pembahas minimal satu orang.

5. Peserta seminar yaitu mahasiswa-mahasiswa di tingkat program studi/jurusan/ fakultas/universitas. Sasaran penelitian dapat diundang untuk menghadiri seminar hasil penelitian.

6. Tata tertib seminar adalah serangkaian aturan yang harus dilaksanakan dalam seminar hasil penelitian. Seminar dipimpin oleh moderator. Hasil penelitian disampaikan secara oral, dilanjutkan dengan tanya jawab/diskusi yang dimulai oleh pembahas dan diteruskan oleh peserta seminar. Waktu seminar maksimal 90 menit.

 

4. REFERENSI :
  1. Peraturan Akademik dan Kode Etik Universitas Lampung (Unila) yang berlaku.

2. Sistem Manajemen Mutu Penelitian (SMMP) LP Unila yang berlaku.

5. DISTRIBUSI : Program sudi/jurusan/ fakultas, dan unit-unit lain yang terkait di lingkungan Unila.

6.  PROSEDUR                :   

 

6.7  Mahasiswa pelaksana mengambil, mengisi, dan menyerahkan berkas usulan seminar hasil penelitian di/ke bagian administrasi pogram studi/jurusan selambat-lambatnya tiga puluh hari kerja setelah selesai pelaksanaan penelitian.

6.8  Bagian administrasi program studi/jurusan menyerahkan berkas usulan seminar ke ketua program studi/ketua jurusan/dekan selambat-lambatnya satu hari kerja setelah menerima berkas dari mahasiswa pelaksana penelitian.

6.9  Ketua program studi/ketua jurusan/dekan menentukan waktu seminar dan dosen pembahas selambat-lambatnya dua hari kerja setelah menerima berkas usul seminar hasil pe-nelitian.

6.10         Ketua program studi/ketua jurusan/dekan mengundang dosen pembimbing tesis dan pembahas yang sesuai dengan bidang ilmu kegiatan penelitian, sasaran penelitian, dan atau pihak terkait untuk menghadiri seminar hasil penelitian selambat-lambatnya lima hari kerja sebelum waktu pelaksanaan seminar hasil penelitian.

6.11         Mahasiswa pelaksana penelitian memaparkan hasil penelitian sesuai dengan tata tertib seminar yang berlaku.

6.6 Ketua program studi/ketua jurusan/dekan menandatangani berita acara seminar hasil penelitian dengan melampirkan masukan dari pembahas dan peserta serta daftar hadir seminar hasil penelitian.

—————————————————————————–

VI.       UJIAN KOMPREHENSIF

 

1. TUJUAN                   : Untuk menjamin bahwa ujian komprehensif penelitian sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. RUANG LINGKUP : Mulai dari pengusulan ujian komprehensif penelitian oleh mahasiswa pelaksana penelitian sampai dengan penanda-tanganan berita acara ujian komprehensif oleh ketua jurusan/dekan.
3. DEFINISI : 1.  Ujian komprehensif  adalah evaluasi menyeluruh laporan hasil kegiatan penelitian yang ditulis dan disusun dengan format sesuai ketentuan penulisan ilmiah Univesitas Lampung.

2. Pelaksana penelitian adalah mahasiswa yang tergabung dalam program penerima hibah atau peneliti mandiri dan melaksanakan penelitian.

3. Pelaksanaan ujian komprehensif adalah penyampaian laporan hasil pelaksanaan penelitian kepada tim penguji tingkat program studi/jurusan/ fakultas/universitas untuk mendapatkan saran perbaikan serta evaluasi hasil penelitian tersebut sebelum disetujui untuk dijadikan tesis.

4. Tim penguji adalah dosen yang secara khusus ditunjuk oleh ketua program studi/ketua jurusan/dekan setelah berkoordinasi dengan peer group/bidang ilmu yang terkait untuk mengevaluasi laporan hasil pelaksanaan penelitian dan memberikan saran perbaikan. Jumlah penguji minimal tiga orang.

5. Tata tertib ujian komprehensif adalah serangkaian aturan yang harus dilaksanakan dalam ujian komprehensif. Ujian dipimpin oleh moderator. Laporan hasil penelitian disampaikan secara oral, dilanjutkan dengan tanya jawab/diskusi yang dimulai oleh tim penguji. Waktu ujian maksimal 90 menit.

 

4. REFERENSI :
  1. Peraturan Akademik dan Kode Etik Universitas Lampung (Unila) yang berlaku.

2. Sistem Manajemen Mutu Penelitian (SMMP) LP Unila yang berlaku.

5. DISTRIBUSI : Program sudi/jurusan/ fakultas, dan unit-unit lain yang terkait di lingkungan Unila.

6.  PROSEDUR                :   

  1. Mahasiswa pelaksana mengambil, mengisi, dan menyerahkan berkas usulan ujian komprehensif di/ke bagian administrasi pogram studi/jurusan selambat-lambatnya empat belas hari kerja sebelum pelaksanaan ujian.
  2. Bagian administrasi program studi/jurusan menyerahkan berkas usulan ujian komprehensif ke ketua program studi/ketua jurusan/dekan selambat-lambatnya satu hari kerja setelah menerima berkas dari mahasiswa pelaksana penelitian.
  3. Ketua program studi/ketua jurusan/dekan menentukan waktu ujian komprehensif tim penguji selambat-lambatnya dua hari kerja setelah menerima berkas ujian komprehensif.
  4. Ketua program studi/ketua jurusan/dekan mengundang tim penguji tesis yang sesuai dengan bidang ilmu kegiatan penelitian, sasaran penelitian, dan atau pihak terkait untuk menghadiri ujian komprehensif selambat-lambatnya lima hari kerja sebelum waktu pelaksanaan ujian komprehensif.
  5. Mahasiswa pelaksana ujian memaparkan laporan hasil penelitian sesuai dengan tata tertib ujian yang berlaku.

f.          Ketua program studi/ketua jurusan/dekan menandatangani berita acara ujian komprehensif dengan melampirkan masukan   dari tim penguji.

——————————————————————————–

VII.     PROSES PENYELESAIAN AKHIR STUDI

 

1. TUJUAN                   : Memastikan mahasiswa yang akan menerima ijazah/ mengikuti wisuda magister telah memenuhi semua persyaratan yang berlaku.

 

2. RUANG LINGKUP : Seluruh proses kegiatan mulai dari pengusulan sampai penerimaan ijazah / mengikuti wisuda
3. DEFINISI :
  1. Proses penyelesaian akhir adalah kegiatan yang meliputi sejumlah penyelesaian persyaratan administrasi yang harus ditempuh oleh seorang mahasiswa untuk dinyatakan layak untuk memperoleh ijazah/mengikuti wisuda magister.
  2. Form A dan Form B adalah borang  isian beserta persyaratan yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) dan harus dilengkapi oleh mahasiswa untuk ditanyakan layak memperoleh ijazah / mengikuti wisuda magister.
  3.  BAAKPSI adalah pembantu pimpinan Unila yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada rektor dan sehari-hari pembinaanya dilakukan oleh Pembantu Rektor 1 (yang menyangkut administrasi akademik, perencanaan, sistem informasi), oleh Pembantu Rektor III (yang menyangkut administrasi akademik ke-mahasiswaan) dan oleh Pembantu Rektor VI (yang menyangkut perencanan dan sistem informasi).

 

4. REFERENSI :
  1. Peraturan Akademik Universitas Lampung yang berlaku.
  2. Panduan Umum Universitas Lampung yang berlaku.

 

5. DISTRIBUSI :
  1. Semua program studi, jurusan/bagian, dan fakultas di lingkungan Universitas Lampung.

 

  1. 6.   PROSEDUR

:

  1. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus ujian tesis meminta form A dan Form B dari BAAKSPI dengan menunjukkan bukti tertulis dari program studi/jurusan telah lulus ujian tesis.
  2. Mahasiswa mengisi form A dan Form B serta melengkapi dokumen dan persyaratan lainnya sesuai dengan yang tertulis pada Form A dan form B.  Form A dan B yang telah diisi diserahkan ke Kasubag Pendidikan Fakultas dan bagian administrasi program pascasarjana paling lambat 3 minggu sebelum pelaksanaan wisuda/penyerahan ijazah magister.
  3. Kasubag Pendidikan menyerahkan form B yang telah diperiksa kebenarannya dan diketahui oleh Dekan/Pb. Dekan I beserta persyaratan dokumennya ke BAAKPSI  selambat-lambatnya 3 hari setelah menerima usulan.
  4. BAAKPSI mengeluarkan surat pernyataan layak menerima ijazah/mengikuti wisuda magister yang dapat diambil mahasiswa di BAAKPSI selambat-lambatnya 3 hari setelah menerima usulan dari fakultas.

————————————————————————————

 VIII.  EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR

 

1.  TUJUAN

:

  1. Untuk memberikan penjelasan tentang tatacara evaluasi proses belajar mengajar.
  2. Sebagai pedoman  bagi dosen,  Tim Penjaminan Mutu Jurusan (TPMJ), dan program studi dalam menjalankan evaluasi proses belajar mengajar.
 

 
2.  RUANG LINGKUP

:

Dari  informasi tentang evaluasi proses belajar mengajar sampai dengan membahas hasil evaluasi proses belajar mengajar oleh program studi/jurusan.
 

 
3.  DEFINISI

:

  1. Kuliah adalah kegiatan belajar mengajar dengan cara tatap muka antara dosen dan mahasiswa yang dijadwalkan.
  2. Dosen adalah tenaga pendidik atau kependidikan pada Universitas Lampung (Unila) yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar.
  3. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Unila.
  4. Evaluasi  proses  belajar  mengajar  adalah   proses  untuk  mendapatkan  respon  dari mahasiswa dan dosen tentang penilaian proses belajar mengajar serta analisisnya, sebagai dasar-dasar langkah perbaikan untuk peningkatan kualitas belajar

 

 

 
4.  REFERENSI

:

  1. Undang-undang  Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  3. Keputusan Presiden Rl  Nomor 73 Tahun 1966  tentang Pendirian Unila.
  4. Statuta Unila yang berlaku
  5. Peraturan Akademik Unila yang berlaku

 

 

 
5.   DISTRIBUSI

:

Semua program studi, jurusan/bagian, dan fakultas di lingkungan Unila.

 

 

 
6.  PROSEDUR

:

6.1  Jurusan memberikan informasi tentang evaluasi proses belajar mengajar kepada seluruh dosen penanggung jawab mata kuliah dua minggu sebelum perkuliahan berakhir.

6.2  Tim dosen mempersiapkan bahan-bahan yang akan dievaluasi satu minggu setelah batas akhir pemasukan nilai pada sistem informasi akademik (SIAKAD) on line.

6.3  TPMJ berkoordinasi dengan tim dosen pengampu mata kuliah mengevaluasi proses belajar mengajar pada semester yang telah berjalan (Borang Evaluasi Proses Belajar Mengajar).

6.4  TPMJ melaporkan hasil evaluasi proses belajar mengajar kepada program studi dua minggu setelah melakukan evaluasi.

6.5  Program studi pada rapat program studi membahas hasil evaluasi proses belajar mengajar untuk dijadikan rekomendasi bagi setiap pengampu mata kuliah pada semester yang akan datang.

——————————————————————————-

IX.     UJIAN MATA KULIAH

 

1.  TUJUAN

:

  1. untuk menjamin bahwa ujian mata kuliah di- lakukan secara berkala dan tertulis serta lebih dari satu kali dalam satu semester (terjadwal dan tidak terjadwal).
  2. sebagai pedoman bagi dosen dalam menyeleng-garakan ujian mata kuliah sebagai pedoman bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti ujian mata kuliah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
 

 
2.  RUANG LINGKUP

:

Perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan

ujian mata kuliah (ujian tulis dalam bentuk kuis, ujian tengah semester, ujian akhir semester; tugas terstruktur; ujian praktikum/responsi untuk mata kuliah yang ada praktikum/responsi) yang dilakukan secara tidak terjadwal dan terjadwal

 

 
3.  DEFINISI

:

  1. Mata kuliah merupakan bagian dari suatu kurikulum yang terdiri atas mata kuliah wajib dan pilihan. Mata kuliah pilihan terdiri dari mata kuliah pilihan wajib dan mata kuliah pilihan bebas.
  2. Mata kuliah wajib adalah mata kuliah yang harus diambil mahasiswa dan tidak dapat diganti dengan mata kuliah lain.
  3. Mata kuliah pilihan wajib adalah mata kuliah yang  harus dipilih dari sejumlah mata kuliah yang disusun dalam suatu kurikulum untuk memenuhi sasaran/tujuan program studi
  4. Mata kuliah pilihan bebas adalah mata kuliah yang tidak tercantum dalam kurikulum program studi yang bersangkutan tetapi dapat diambil oleh mahasiswa.
  5. Ujian mata kuliah diselenggarakan oleh dosen dengan dua cara yakni: tidak terjadwal dan ter-jadwal. Ujian mata kuliah yang tidak terjadwal (kuis, ujian tengah semester, tugas terstrukutur, atau ujian praktikum/responsi) dilakukan pada suatu waktu tertentu dan materi tertentu juga ber-dasarkan pada kesepakatan antara dosen dan mahasiswa. Ujian mata kuliah yang terjadwal dilakukan hanya pada akhir semester.
    1. Kuis adalah evaluasi hasil pembelajaran harian suatu mata kuliah dalam satu semester.
    2. Ujian tengah semester adalah evaluasi hasil pem-belajaran suatu mata kuliah pada pertengahan semester dalam satu semester.
    3. Ujian praktikum/responsi adalah evaluasi kegiat-an penerapan teori suatu mata kuliah dalam kondisi dan situasi terbatas dalam satu semester.
    4. Tugas terstruktur merupakan tugas terbimbing dan direncanakan oleh dosen.
    5. Ujian akhir semester adalah evaluasi hasil pem-belajaran suatu mata kuliah pada akhir semester dalam satu semester.
 

 
4.  REFERENSI

:

  1. Buku I ”Pembelajaran”. Praktek Baik dalam  Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat  Jenderal Pendidikan Tinggi.Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan.
  2. Panduan Akademik Universitas Lampung (Unila) yang berlaku.
  3. Peraturan Akademik Unila yang berlaku.
 

 
5.   DISTRIBUSI

:

  1. Dekan di lingkungan Unila dan semua unit kerja di dekanat
  2. Ketua jurusan/bagian, ketua program studi, kepala laboratorium, dan dosen
  3. Papan pengumuman pada semua fakultas dan jurusan/bagian di lingkungan Unila
 

 
6.  PROSEDUR

:

 

 

6.1.     Perencanaan Ujian

-        Dosen penanggung jawab (PJ) mata kuliah menetapkan materi, waktu, dan tempat ujian yang tidak terjadwal (kuis dan Ujian Tengah Semester/UTS) pada kuliah hari pertama seperti yang tercantum dalam kontrak pembelajaran.

-        Pembantu Dekan I menetapkan jadwal ujian terjadwal (Ujian Akhir Semester/UAS) dan panitia ujian satu bulan sebelum kegiatan perkuliahan berakhir pada semester yang sedang berlangsung.

 

6.2       Pelaksanaan Ujian

Pelaksanaan Ujian yang Tidak Terjadwal

-        Dosen mata kuliah menyiapkan soal, lembar jawaban, dan daftar hadir untuk ujian tulis yang tidak terjadwal (kuis atau UTS) selambat-lambatnya satu hari sebelum ujian berlangsung.

-        Dosen memasuki ruang ujian yang tidak terjadwal selambat-lambatnya 10 menit sebelum ujian berlangsung. Apabila diperlukan, dosen bersangkutan dapat meminta bantuan tim mengajar atau dosen lainnya untuk pelaksanaan ujian tersebut.

-        Dosen/tim dosen menata tempat duduk yang disesuaikan dengan jumlah peserta ujian yang tidak terjadwal.

-        Dosen meletakkan soal dan lembar jawaban pada tempat duduk yang telah ditetapkan

-        Mahasiswa memasuki ruang ujian dan menempati tempat duduk yang telah ditentukan secara bebas. Mahasiswa diizinkan untuk membawa alat tulis sedangkan tas dan buku diletakkan di meja bagian depan ruang kuliah. Apabila mahasiwa terlambat mengikuti ujian, maka yang bersangkutan diizinkan untuk mengikuti ujian tanpa ada tambahan waktu.

-        Dosen menjelaskan tentang teknis ujian termasuk lamanya ujian yang ditentukan.

-        Dosen pengawas mengingatkan waktu ujian dan mengedarkan daftar hadir untuk diisi oleh mahasiswa peserta ujian.

-        Mahasiswa dapat meninggalkan ruang ujian sebelum batas waktu yang sebelumnya harus menyerahkan berkas jawaban ke pengawas.

-        Dosen pengawas memeriksa jumlah lembar jawaban yang harus sesuai dengan jumlah peserta ujian yang tertera pada daftar hadir.

-        Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian yang tidak terjadwal wajib melapor ke dosen yang bersangkutan untuk mengikuti ujian susulan dengan membawa surat keterangan. Macam surat keterangan yakni: dari dokter apabila sakit atau dari keluarga apabila mengalami musibah. Pelaksanaan ujian susulan berdasarkan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa tetapi sebelum kegiatan ujian yang terjadwal berlangsung.

 

6.2.2       Pelaksanaan Ujian yang Terjadwal

-        Panitia ujian menetapkan waktu ujian dan tim pengawas serta mempersiapkan kertas dan amplop untuk soal dan lembar jawaban, serta borang (seperti berita acara ujian, daftar hadir mahasiswa peserta ujian dan pengawas, serta serah terima naskah dan lembar jawaban) selambat-lambatnya 2 minggu sebelum ujian terjadwal berlangsung.

-        Dosen menyiapkan soal kemudian diserahkan ke panitia ujian selambat-lambatnya 2 hari sebelum pelaksanaan ujian kemudian digandakan oleh panitia ujian sesuai dengan jumlah peserta ujian untuk mata kuliah bersangkutan.

-        Tim mengawas mengambil berkas yakni soal ujian, lembar jawaban, daftar hadir, dan berita acara ujian di panitia ujian. Setelah selesai ujian, tim pengawas menyerahkan lembar jawaban, daftar hadir, dan berita acara ke panitia ujian.

-        Lamanya ujian yang terjadwal ditentukan oleh panitia ujian sedangkan dosen menentukan waktu lamanya ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh panitia ujian.

-        Dosen mata kuliah bersangkutan mengambil lembar jawaban ke panitia ujian.

-        Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian terjadwal wajib lapor ke PD I dengan membawa surat keterangan. Ujian susulan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa sebelum batas alkhir penyerahan nilai ke sistem informasi akademik (SIAKAD) on-line.

-        Apabila mahasiswa harus mengikuti lebih dari satu mata kuliah pada jam dan hari yang sama, maka yang bersangkutan harus melapor ke panitia ujian untuk diproses lebih lanjut dalam penempatan ruang ujian.

-        Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian yang terjadwal wajib melapor ke Pembantu Dekan I dan salinan surat keterangan tersebut disampaikan kepada dosen yang bersangkutan. Macam surat keterangan yakni: dari dokter apabila sakit atau dari keluarga apabila mengalami musibah. Selanjutnya, mahasiswa membawa surat persetujuan dari PD I untuk dapat mengikuti ujian susulan. Waktu ujian susulan dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa tetapi sebelum batas waktu penyerahan Daftar Angka Kelas melalui SIAKAD on-line.

————————————————————————————