Home » Seminar Rutin

Seminar Rutin

Seleksi Varietas Kentang untuk Kemampuan Berbunga dan Pembentukan Umbi Tuberlet di Dataran Rendah untuk Produksi Benih Biji Botani (True Potato Seeds)

Penyaji:  Saiful Hikam dan Paul B. Timotiwu

 

RINGKASANhikam

Budidaya kentang (Solanum tuberosum)  di dataran tinggi terkendala oleh luas lahan yang terbatas, sulitnya pengendalian erosi sehingga produktivitas menurun dengan cepat, transportasi benih yang berupa umbi kentang yang dapat mencapai 10 t/ha, mahalnya harga benih, dan varietas tersedia berupa benih kentang impor yang selalu berganti setiap tahunnya.

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi varietas kentang yang dapat berbunga dan menghasilkan umbi di dataran rendah.  Individu tanaman yang mampu berbunga di dataran rendah dimanfaatkan sebagai tetua silangan untuk menghasilkan biji botani.  Zuriat kentang silangan diharapkan dapat menjadi varietas kentang nasional yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap benih kentang impor.Umbi yang mengecil mempunyai nilai komersial untuk digunakan oleh industri makanan ringan berbasis tepung maupun puree kentang.  Selain itu bila umbi digunakan sebagai benih diharapkan dapat kembali ke ukuran normal bila ditanam di dataran tinggi.

Penelitian ini dilakukan dari tahun 2007 – 2009 di dataran rendah PMK Bandar Lampung.  Penelitian berupa penelitian polibeg yang disusun di dalam Rancangan Kelompok-Lengkap Teracak dengan tiga ulangan menggunakan varietas: Katela, Granola, Selek Tani (2007 dan 2008);Tess Kuning, Tess Coklat/Gelap, Kentucky, Australia Merah, dan Burbank Merah (2009). Untuk mengasut pembungaan pada kentang digunakan:pemanjangan pencahayaan, metode florigen, yaitu penyambungan batang kentang ke tomat rampai (Lycopersicon esculentum)dan sebaliknya; pemberian pupuk daun+IAA; dan meningkatkan dosis pupuk KCl.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanjangan pencahayaan, metode florigen, pemberian pupuk daun+IAA, dan peningkatan dosis KCl tidak bermanfaat untuk mengasut pembungaan pada tanaman kentang. Ini menunjukkan bahwa kemampuan kentang untuk berbunga di dataran rendah dikendalikan secara genetik. Varietas kentang yang mampu berbunga di dataran rendah adalah Selek Tani, Tess Kuning, Tes Coklat/Gelap, Kentucky, Australia Merah, dan Burbank Merah; tetapi bunga gugur setelah penyerbukan sehingga tidak menghasilkan biji botani. Varietas kentang yang mampu menghasilkan umbi mini di dataran rendah adalah Selek Tani, Tess Kuning, Tess Gelap, dan Australia Merah dengan bobot segar umbi berkisar 39 – 42 g/tanaman (setara dengan 1.56 – 1.68 t/ha pada kerapatan 50000tanaman/ha dan faktor koreksi= 0.2).

 

DAFTAR KEGIATAN SEMINAR RUTIN

Seminar ke-

Tanggal

NAMA

Alamat/Instansi

TOPIK

1

5 Mei 2011 Dr. Dwi Hapsoro Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Road Map Penelitian Tebu di Univ. Lampung

2

30 mei 2012 Dr. Dwi Hapsoro Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Eksplorasi, Karakterisasi, Seleksi, dan Perbanyakan klonal In Vitro untuk Mendapatkan Genotipe-Genotipe Unggul  Pisang Komersial Lampung

3

13 Juni 2012 Dr. Warsono Jurusan Matematika, Fak. MIPA, Unila Aplikasi geostatistika dalam presition agriculture: penerapan dalam perkebunan tebu

4

27 Juni 2012 Dr. Tamaluddin Syam Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Aplikasi Geostatistika untuk Pertanian

5

17 Oktober 2012 Dr. Ing. Jonatan A. Lassa Mercy Corp Loss and Damage Assessment Framework in Agricultural Commodities

6

31 Oktober 2012 Prof. Dr. Muhajir Utomo Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Pengurangan Emisi dengan Penyerapan Karbon Hutan Tanaman Industri di Lahan Gambut

7

14 November 2012 Dr. Saiful Hikam Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Pemuliaan Kentang Dataran Rendah untuk Perakitan Kentang Hibrida dan Produksi Umbi Mini

8

5 Desember 2012 Dr. Maria Viva Rini Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Introduction to Arbuscular Mycorrhiza Fungi

9

5 Februari 2013 Virginia Sopyla World Cocoa Foundation The Important Role of Indonesian Cocoa on Future Global Cocoa Trade

10

27 Maret 2013 Prof. Dr. Setyo Dwi Utomo Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Manfaat dan Regulasi Tanaman Produk Rekayasa Genetika

11

10 April 2013 Dr. Dwi Hapsoro Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Pengembangan Bioteknologi di Universitas Lampung

12

24 April 2013 Dr. Hamim Sudarsono Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Manajemen Referensi secara Digital

13

8 Mei 2013 Prof. Dr. F. X. Susilo Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Serangga sebagai Bioindikator Lingkungan

14

22 Mei 2013 Dr. Tumiar K. Manik Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Kajian Kerentanan dan Proses Adaptasi Masyarakat terhadap Perubahan Iklim

15

2 Oktober 2013 Ir. Andarias Makka Murni BPPT Lampung Kalender Tanam Terpadu secara Online pada Budidaya Padi dan Palawija

16

28 Oktober 2013 Dr. Takeo Onishi dan Dr. Ken Hiratmasu Gifu University Toward Sustainable Management on Paddy Field Ecosystem

17

6 November 2013 Dr. Saiful HIkam Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Pengembangan Jagung Manis Seri LAS, LASS, dan GB Kurin Waktu 2001–2013

18

27 November 2013 Dr. I Gede Swibawa Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Alih Guna Hutan Menjadi Lahan Pertanian Berbasis Kebun Kopi Mempengaruhi Keragaman dan Kelimpahan Nematoda

19

12 Desember 2013 Dr. Samsul Bakri Jurusan Agroekoteknologi Fak. Pertanian, Unila Intrinsik Hutan dan Faktor Endogenik Pertumbuhan Ekonomi sebagai Determinan Pembangunan Wilayah Propinsi Lampung